Alhamdulillah pada hari pertama kelahiran althaf (nama panggilannya), asiku langsung keluar dan ku yakini ini semua berkat semangatku yang ingin semaksimal mungkin memberikan asi, pada saat aku hamil tak henti2nya aku mencari informasi sebanyak2nya mengenai seluk beluk asi termasuk untuk tetap memberi asi pada saat aku harus kembali bekerja nantinya. Berkat semua ini satu inginku terkabulkan, asi lah menjadi makanan pertama yang dikonsumsi althaf, kolostrum? Ya jelas ia mendapatkan hal itu, dan aku bangga sekali bisa memberikan itu untuk althaf ku. Isapan pertama itu masih jelas kurasakan hingga saat ini, isapan itu membuatku merasa sangat sempurna karena ku rasakan benar rasa seorang ibu dalam diriku (wah amazing… aku menjadi ibu sekarang).
Berhubung ini adalah pengalaman pertamaku menjadi seorang ibu, masih banyak hal yang tidak ku ketahui, akhirnya altaf ku terkontaminasi susu formula (sufor) sempat beberapa kali pada saat masih di Rumkit (tapi hanya terjadi 3-4 kali pemberian saja dalam volume yang sangat sedikit sekali). Hal tersebut adalah kebodohan yang harus ku yakini tak akan terulang lagi kepada adik althaf nantinya.
Asi ekslusive selam 6 bulan, ya althaf ku lulus S1 ASI. Hanya ASI tanpa SUFOR, air putih, madu, gula, dan lainnya. Sulit memang menjalani ilmu ini, gimana tidak sulit disini kalau bayi pertama kali datang ke rumah saudara, teman atau tetangga harus dicicipi gula, wah cepat2 deh aku hapus gula2 tersebut dari mulut althaf. Haha…
Saat aku harus bekerja Karena masa cuti ku telah habis, ini juga saat yang sulit bagi ku, tanpa stok asi yang cukup aku harus meninggalkan altaf. Akhirnya terjadilah yang namanya kejar setoran. Hari ini perah stok asi untuk besok begitu seterusnya. Asi perah hari jum’at dan sabtu aku tabung untuk digunakan pada saat dibutuhkan.
Selanjutnya bekerja di kantor yang sama sekali tidak ada fasilitas untuk memerah asi, jangankan kulkas, dan sofa, ruangan saja tidak ada. Alhasil setiap bos keluar ruangan, aku pinjem deh ruangannya buat merah asi. aku benar2 menikmati semua ini. buatku ini sangat membanggakan karena aku bisa melakukan hal ini. Perjalanan yang mengasikan walaupun sempat beberapa kali aku merasa putus asa, tetapi alhamdulillah Allah SWT selalu ada untuk menolongkku, ya menolongku dalam segala hal juga dalam hal membangkitkan semangatku untuk memberikan yangterbaik untuk anakku dan pilihan itu adalah ASI bukan SUFOR!sekarang althafku berusia 22 bulan dan aku tetap memberikannya asi tanpa sufor, sebentar lagi ia 2 tahun dan aku harus menyapihnya, ya menyapihnya, menyapihnya penuh cinta bukan dengan perlakuan yang salah yang akhirnya melukainya. bukan hanya aku dan althaf saja tetapi apahnya juga harus ikhlas untuk melakukan semua ini. semoga althaf lulus S3 ASI di usia 2 tahun nanti, setelah ia Lulus S1 ASI di Usia 6 bulan dan lulus S2 ASI di usia 1 tahun. hingga akhirnya kami juga bisa weaning with love. aku yakin Allah juga akan menolongku untuk semua ini. amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar